Sabtu, 11 Februari 2012

Kamus istilah dalam Perhotelan

Berikut adalah daftar arti istilah-istilah hotel itu :

  • Ala Carte : Cara penyajian makanan satu per satu di suatu meja, di mana setiap jenis makanan di dalam menu disajikan secara terpisah.
  • Banguet : Cara penataan suatu meja berserta makanan dan dekorasinya.
  • Buffet : penyajian makanan secara prasmanan, di mana kita bisa mengambil jenis makanan yang kita mau sendiri pada meja yang telah disediakan.
  • Boutique Hotel : jenis hotel kecil namun mewah. Hotel ini biasanya digunakan untuk orang-orang beduit yang menginginkan privasi dan kenyamanan.
  • Budget Hotel : ini merupakan kebalikan dari Boutique Hotel, yang hanya menyediakan kamar dengan fasilitas yang sederhana.
  • Check In : Waktu tamu pertama kali masuk hotel. Meskipun setiap hotel berbeda-beda, tapi biasanya sekitar jam 1 Siang.
  • Bungalow : Bangunan rumah yang disewakan yang letaknya berada jauh dari pusat keramaian.
  • Check Out Time : Batas waktu tamu hotel untuk meninggalkan hotel. Biasanya sekitar jam 12 siang. Jika lebih dari waktu yang ditentukan tamu akan dikenakan biaya tambahan lagi.
  • Late Check Out : Batas waktu yang diberikan oleh hotel atas permintaan tamu. Biasanya diberikan untuk tamu rombongan.
  • Cocktail Lounge : Tempat yang diberikan hotel untuk menikmati minuman dengan suasuana tenang.
  • Coffee Shop : Tempat untuk makan dan minum bagi tamu hotel dengan suasuana informal.
  • Concierge : Suatu area di mana para penerima tamu hotel bertugas, seperti porter (pembawa barang), bellboy (pengantar ke kamar), dan doorman (pembuka pintu hotel).
  • Confirmed Booking : konfirmasi tertulis dari pihak hotel bahwa pemesanan kita disetujui.
  • Corparate Rate : Tarif khusus untuk para tamu perusahaan yang sudah biasa menginap.
  • Cottage/Villa : Penginapan yang umumnya terletak di daerah yang masih asri seperti puncak.
  • Deluxe Room : Salah satu jenis kamar di atas kelas standar. Yang membedakan keduanya adalah ukuran kamar dan fasilitasnya.
  • Double Room : Kamar untuk 2 orang yang memiliki ukuran kasur yang besar.
  • English Breakfast : Sarapan pagi ala Inggris. Adapun makanan yang disajikan berupa sereal, telur, roti bakar, teh, manisan, atau kopi.
  • Extra Bed : Kasur tambahan, jika jumlah tamu melebihi kapasitas kasur yang telah disediakan.
  • Front Desk : Area di mana tamu hotel disambut, memberikan kunci, dan meminta informasi tertentu.
  • Homestay : Rumah penduduk yang disediakan untuk para wisatawan yang ingin menginap.
  • High Season : Periode di mana permintaan kamar meningkat sehingga tarif mahal, seperti hari libur.
  • Hostel : Penginapan untuk yang ingin berhemat, biasanya disukai untuk kalangan backpacker.
  • Housekeeping : Petugas hotel yang menjaga kebersihan dan pengelolaan kamar.
  • Guesthouse : Bangunan rumah yang disewakan untuk wisatawan dengan tarif di bawah harga hotel. Di Indonesia jenis hotel kecil seperti ini biasa disebut wisma atau mess.
  • Group Rate : Tarif khusus bagi tamu rombongan.
  • Low Season : Periode di mana permintaan kamar menurun sehingga tarif standar/murah, seperti hari masuk sekolah.  
  • Reception : Tempat untuk mendapatkan informasi dan untuk Check In.
  • Reservation : Pemesanan kamar hotel sebelum tamu menginap, baik melalui telepon maupun internet.
  • Standard Room : Kamar dengan fasilitas standar yang diberikan oleh hotel. Biasanya tanpa makan atau diskon.
  • Twin Room : Kamar yang berisi dua kasur yang terpisah.
  • Suite Room : Kamar dengan fasilitas lounge area.
  • Safe Deposit : Fasilitas yang diberikan hotel untuk menyimpan barang-barang berharga milik tamu.

Sumber : Asia Hotel Review

Gambar Penataan Meja

File:Silbertafel Reiss 3 rem.jpg

source : wikipedia

Pengaturan meja (Table Setting)

Pengaturan meja merujuk pada cara untuk mengatur meja dengan perlengkapan meja—seperti peralatan makan dan piring— untuk menyajikan dan makan. Pengaturan untuk jamuan tunggal disebut pengaturan tempat.
Setiap budaya memiliki pengaturan yang berbeda-beda.

Pengaturan meja

Pengaturan meja untuk perayaan Natal
Meja seharusnya memiliki bagian tengah yang membentuk fungsi dekoratif. Bila jamuan informal dilakukan yang akan memenuhi tempat-tempat kosong di meja, pengaturan harus dilakukan untuk tidak membuat bagian tengah tidak terlalu besar sehingga akan terdapat tempat kosong untuk meletakkan piring. Tetapi, dalam jamuan formal di Eropa, bagian tengahnya besar dan, termasuk lilin, dapat memanjang hingga keseluruhan panjang meja. Bagian tengah harus rendah, sehingga tidak mengganggu pemandangan para tamu.

Pengaturan tempat

Pengaturan informal biasanya memiliki lebih sedikit perlengkapan dan piring tapi menggunakan tampilan stereotip yang didasarkan pada pengaturan formal. Perlengkapan diatur sesuai urutan dan seseorang akan menggunakannya. Biasanya dalam budaya Barat, ini berarti bahwa garpu, piring roti, pisau margarin, dan celemek berada di sebelah kiri, sementara pisau, sendok, perlengkapan minum, cangkir dan piring kecil berada di sebelah kanan, meskipun urutan kiri-kanan dibalikkan di sejumlah kecil negara. Seara formal, di Eropa, Meksiko, Argentina dan Filipina, cangkir dan piringnya tidak akan diletakkan di meja hingga jamuan berakhir.

Formal

Pengaturan meja formal
Perlengkapan diletakkan sekitar satu inci dari tepi meja, masing-masing berjajar di dasar dengan satu di sampingnya. Perlengkapan di posisi paling luar digunakan pertama (contohnya, garpu salad dan sendok sup, kemudian garpu makan dan pisau makan). Bagian pemotong di pisau, sebagai bagian perlengkapan paling "berbahaya" dan "agresif", harus menghadap piring, jauh dari peralatan lainnya. Gelas diletakkan sekitar satu inci dari pisau, juga dalam urutan penggunaan: anggur putih, anggur merah, anggur penutup, dan air.

Jamuan formal

Jamuan paling formal disajikan dari dapur. Ketika makanan disajikan, selain piring di setiap pengaturan, juga terdapat gulungan, celemek, dan peralatan memotong/perak: pisau [dan sendok bila diperlukan], di kanan dan garpu di kiri. Kopi disediakan dalam gaya Butler Service di demitasse dan sendok diletakkan di piring kecil di kanan setiap pegangan cangkir. Piring dan perlengkapan penyajian tidak diletakkan di meja dalam jamuan formal.[1] Satu-satunya pengecualian pada peraturan umum ini adalah protokol yang diikuti di mahkamah kerajaan Spanyol, yang juga diadopsi oleh mahkamah Habsburg: seluruh perlengkapan diletakkan di kanan.
Dalam jamuan kurang formal, tidak disajikan dari dapur, garpu dan sendok penutup dapat diatur di atas piring, garpu mengarah ke kanan, untuk mengikuti garpu lainnya, sendok mengarah ke kiri.
Di Eropa, bila banyak menu yang akan disajikan, meja hanya diatur untuk sup, ikan, dan daging. Sendok dan garpu puding dan pisau dan garpu makan diletakkan di meja bila dibutuhkan.

Informal

Dalam pengaturan informal, lebih sedikit perlengkapan yang digunakan dan piring makan diletakkan di meja. Terkadang cangkir dan piringnya diletakkan di sisi kanan sendok, sekitar empat inci dari tepi meja. Seringnya, dalam sebagian pengaturan formal, celemek dan/atau perlengkapan memotong dapat digabungkan bersama dalam satu kumpulan kecil bersama gulungan celemek. Tetapi, obyek seperti gulungan celemek itu sangat jarang di Britania Raya, Spanyol, Meksiko, atau Italia.

Jamuan keluarga

Dibandingkan dengan jamuan formal, jamuan keluarga memiliki lebih sedikit perlengkapan. Celemek dapat diletakkan di piring. Biasanya hanya ada satu garpu, sendok & pisau dengan garpu makan di sisi kiri piring, dan pisau makan & sendok teh di kanan. Perlengkapan meja yang membentuk jamuan keluarga adalah[3]:
Cina:
1. Piring Salad
2. Piring Mentega
3. Piring Makan
Perlengkapan perak:
1. Pisau makan
2. Garpu makan
3. Sendok teh
4. Pisau mentega
Kristal:
1. Gelas besar air




Table setting



Table setting or place setting refers to the way to set a table with tableware—such as eating utensils and dishes for serving and eating. The arrangement for a single diner is called a place setting. The practice of dictating the precise arrangement of tableware has varied across cultures and historical periods.

Place setting

Informal settings generally have fewer utensils and dishes but use a layout based on more formal settings. Utensils are arranged in the order and according to the manner in which the diner will use them. In the West, forks, bread plate, butter knife, and napkin generally are placed to the left of the dinner plate, and knives, spoons, stemware and tumblers, cups, and saucers to the right. (By contrast, formal settings in Greece, Armenia, and Turkey place the fork to the right of the dinner plate.) Sauceboats and serving dishes, when used, either are placed on the table or, more formally, may be kept on a side table.

Formal

Utensils are placed about an inch from the edge of the table, with all placed either upon the same invisible baseline or upon the same invisible median line. Utensils in the outermost position are used first (for example, a soup spoon and a salad fork, then the dinner fork and the dinner knife). The blades of the knives are turned toward the plate. Glasses are placed an inch or so above the knives, also in the order of use: white wine, red wine, dessert wine, and water tumbler.

Formal dinner

The most formal dinner is served from the kitchen. When the meal is served, in addition to the central plate (a service plate or dinner plate at supper; at luncheon, a service place or luncheon plate) at each place there are a bread roll (generally on a bread plate, sometimes in the napkin), napkin, and flatware (knives and spoons to the right of the central plate, and forks to the left). Coffee is served in Butler Service style in demitasses, and a spoon placed on the saucer to the right of each handle. Serving dishes and utensils are not placed on the table for a formal dinner.[1] The only exception in the West to these general rules is the protocol followed at the Spanish royal court, which was also adopted by the Austrian Habsburg court, in which all flatware was placed to the right of the central plate for each diner.
At a less formal dinner, not served from the kitchen, the dessert fork and spoon can be set above the plate, fork pointing right, spoon pointing left.
In Europe, if many courses are to be served, the table is only laid for soup, fish, and meat. The pudding spoon and fork and the savoury knife and fork are then placed on the table when and as required


Informal

At an informal setting, fewer utensils are used and serving dishes are placed on the table. Sometimes the cup and saucer are placed on the right side of the spoon, about four inches from the edge of the table. Often, in less formal settings, the napkin and/or cutlery may be held together in a single bundle by a napkin ring. However, such objects as napkin rings are very rare in the United Kingdom, Spain, Mexico, or Italy.


source : wikipedia